Memuat...

Rektor UI Diteriaki "Zionis" Saat Wisuda

Ameera
Jumat, 12 September 2025 / 20 Rabiulawal 1447 20:13
Rektor UI Diteriaki "Zionis" Saat Wisuda
Rektor UI Diteriaki "Zionis" Saat Wisuda

DEPOK (Arrahmah.id) - Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah diteriaki "Zionis" oleh sejumlah mahasiswa dalam acara Wisuda Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, serta Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya sekaligus penyambutan mahasiswa baru di Aula Balairung, Kampus UI Depok, Kamis (11/9/2025).

Insiden itu terekam dalam siaran langsung akun YouTube Universitas Indonesia. Awalnya, pembawa acara mengajak wisudawan, alumni, dan orang tua untuk menyumbang ke dana abadi UI.

Heri Hermansyah kemudian menambahkan ajakan agar pejabat UI, alumni, dan para wisudawan turut berkontribusi.

Namun, saat Heri menyampaikan ajakan tersebut, terdengar teriakan mahasiswa yang menyebut dirinya "Zionis" berulang kali.

Heri tampak mengabaikan teriakan itu dan melanjutkan pidatonya. Ia menargetkan dana abadi UI kali ini bisa mencapai Rp8 miliar, setelah sebelumnya pada Februari 2025 terkumpul Rp4 miliar.

Polemik soal "Zionis" ini muncul setelah UI mengundang peneliti dari Hoover Institution, Stanford University, Peter Berkowitz, dalam acara Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Pascasarjana UI pada Sabtu (24/8/2025).

Kehadiran Berkowitz menuai kritik lantaran ia dikenal sebagai tokoh yang kerap menulis dan berbicara mendukung "Israel" dan gerakan Zionisme.

UI sudah menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas undangan tersebut. Kepala Humas UI, Arie Afriansyah, menjelaskan bahwa pihak kampus kurang cermat memeriksa latar belakang Berkowitz.

Menurutnya, pemilihan Berkowitz murni untuk kepentingan akademik karena dinilai sebagai salah satu figur terkemuka dalam bidang sosial-humaniora dan STEM.

Berkowitz sendiri merupakan Tad and Dianne Taube Senior Fellow di Hoover Institution.

Ia pernah menjabat sebagai Direktur Staf Perencanaan Kebijakan Departemen Luar Negeri AS (2019–2021) dan menulis sejumlah buku, salah satunya "Israel" and the Struggle over the International Laws of War (2012), yang membela "Israel" atas berbagai kritik internasional.

(ameera/arrahmah.id)