Memuat...

Respon NU dan Muhammadiyah Soal Ceramah Dr. Zakir Naik di Malang

Ameera
Kamis, 10 Juli 2025 / 15 Muharam 1447 20:58
Respon NU dan Muhammadiyah Soal Ceramah Dr. Zakir Naik di Malang
Respon NU dan Muhammadiyah Soal Ceramah Dr. Zakir Naik di Malang

JAKARTA (Arrahmah.id) – Rencana ceramah Dr. Zakir Naik di Stadion Gajayana, Kota Malang, Kamis malam (10/7), menuai perhatian luas dari masyarakat.

Meski ada pihak yang menyuarakan penolakan, dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, memilih menyikapi dengan bijak dan menyerukan pentingnya kedewasaan dalam menghadapi perbedaan.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, KH Isroqunnajah atau Gus Is, menyampaikan bahwa pihaknya tidak menolak kehadiran Dr. Zakir Naik. Namun, ia menyoroti sejumlah aspek teknis yang perlu diperhatikan, terutama demi menjaga kondusivitas acara.

“Kami menyayangkan lokasi yang dipilih panitia adalah ruang terbuka. Biasanya Dr. Zakir berceramah di tempat tertutup,” ujarnya dikutip dari detikJatim.

Ia juga menyarankan agar sesi tanya jawab yang direncanakan selama dua jam disederhanakan dengan sistem seleksi pertanyaan tertulis agar tetap terkendali, terutama mengingat penggunaan bahasa Inggris yang memerlukan penerjemah.

Gus Is juga menegaskan agar Dr. Zakir Naik tidak menyindir agama lain dalam ceramah bertema “Nabi Muhammad dalam Perspektif Kitab-Kitab Suci”.

PCNU berharap acara ini dapat memperkuat akidah umat Islam tanpa menimbulkan kegaduhan atau menyinggung pihak lain.

Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang menyerukan pendekatan yang dewasa dan terbuka dalam menyikapi kegiatan keagamaan tersebut.

Ketua Muhammadiyah Kota Malang, Abdul Haris, menilai bahwa ceramah Dr. Zakir Naik dari sisi akademik tidak bermasalah. Namun ia mengingatkan pentingnya menjaga suasana sosial yang damai dan tidak provokatif.

“Kita harus melihat situasi masyarakat saat ini. Jika sudah dewasa dan terbuka, ceramah seperti ini tak akan jadi persoalan. Tapi kenyataannya kita belum sepenuhnya sampai ke titik itu,” kata Abdul Haris.

Ia menambahkan bahwa toleransi menuntut keberanian untuk menerima dan menghargai perbedaan sebagai bagian dari kekayaan sosial.

Ceramah Dr. Zakir Naik di Malang merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Lecture Tour 2025.

Di tengah dinamika respons publik, NU dan Muhammadiyah mengajak masyarakat untuk tetap menjaga suasana damai serta menjadikan momen ini sebagai sarana pembelajaran dan refleksi dalam kehidupan beragama dan berbangsa.

(ameera/arrahmah.id)