Memuat...

Rudal Spike Presisi Hantam RS Nasser, Bukti Serangan 'Israel' Sengaja Dilakukan

Zarah Amala
Selasa, 26 Agustus 2025 / 3 Rabiulawal 1447 10:15
Rudal Spike Presisi Hantam RS Nasser, Bukti Serangan 'Israel' Sengaja Dilakukan
Serangan ke Rumah Sakit Nasser dilakukan dengan sengaja. (QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Bukti lapangan dan analisis para ahli mengindikasikan bahwa 'Israel' dengan sengaja menargetkan Rumah Sakit Nasser menggunakan rudal berpemandu Spike. Klaim militer 'Israel' bahwa serangan itu adalah sebuah “kesalahan” terbukti tidak masuk akal.

Ahli senjata Dheifallah Al-Dabboubi mengatakan kepada Quds News Network bahwa kerusakan yang ditimbulkan rudal tersebut sangat besar dan tidak biasa. Biasanya, 'Israel' menggunakan bom cluster untuk penghancuran massal. Namun kali ini, mereka memilih rudal Spike dengan sistem “fire and forget,” yang mengunci sasaran dan menghantam dengan presisi.

“Rudal ini meledak menjadi banyak pecahan, mirip dengan bom cluster,” jelas Al-Dabboubi. “Ia mampu menembus benteng, parit, bahkan tank. 'Israel' sudah pernah menggunakannya di Gaza, tapi kali ini targetnya rumah sakit.”

Analisis lebih lanjut menunjukkan rudal itu ditembakkan dari sebuah tank berjarak hanya tiga kilometer, untuk memastikan akurasi mematikan.

Seorang tentara 'Israel' bahkan sempat mengunggah Instagram Story yang memperlihatkan sistem peluncur Spike dan rekaman serangan, dengan keterangan: “die motherfucker, die”. Unggahan ini menjadi bukti tambahan bahwa serangan tersebut dilakukan dengan sengaja, bukan tidak sengaja.

Yayasan Hind Rajab juga meninjau rekaman serangan. “Lintasan rudal berasal langsung dari barat laut, konsisten dengan sistem Spike NLOS berpemandu,” jelas lembaga tersebut.

Mereka menegaskan, rudal Spike NLOS menggunakan sistem man-in-the-loop, operator melihat dan memilih target sebelum rudal menghantam. “Artinya, IDF tahu betul bahwa yang mereka targetkan adalah tenaga medis, tim penyelamat, dan jurnalis. Ini adalah kejahatan perang double-tap yang disengaja,” tegas mereka.

Sebuah laporan teknis lengkap kini tengah difinalisasi untuk dijadikan bahan gugatan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Sementara itu, pejabat 'Israel', termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, tetap bersikeras menyebut serangan itu sebuah kecelakaan. Mereka mengklaim bahwa tentara 'Israel' tidak pernah menargetkan jurnalis, dan membuka sebuah “penyelidikan.”

Namun jenis rudal, arah lintasan, serta rekaman yang diposting tentara 'Israel' sendiri membuktikan hal sebaliknya: serangan ke Rumah Sakit Nasser dilakukan dengan sengaja. (zarahamala/arrahmah.id)