GAZA (Arrahmah.id) - Sayap militer Gerakan Jihad Islam, Brigade Al-Quds, merilis rekaman pada Rabu (16/7/2025) yang memperlihatkan momen peledakan sebuah tank 'Israel' di sebelah timur kawasan Al-Zaitoun, Gaza timur. Sementara itu, militer 'Israel' mengonfirmasi bahwa seorang tentaranya mengalami luka parah dalam pertempuran di Gaza selatan.
Dalam video yang dirilis, Brigade Al-Quds menunjukkan proses persiapan dan penanaman ranjau darat berkekuatan tinggi yang direkayasa secara "terbalik", diikuti dengan pengintaian cermat terhadap pergerakan kendaraan militer 'Israel'. Rekaman juga menunjukkan saat ranjau tersebut meledak dan mengenai salah satu kendaraan 'Israel' yang tengah menerobos wilayah tersebut, menyebabkan asap tebal membubung di lokasi serangan.
Serangan Al-Qassam terhadap Kendaraan Militer 'Israel'
Di hari yang sama, Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), mengumumkan bahwa para pejuangnya menyerang kendaraan militer 'Israel', termasuk satu unit pengangkut personel dan dua buldoser lapis baja tipe D9, menggunakan dua roket “Tandem” dan satu roket “Al-Yassin 105”.
Menurut pernyataan Al-Qassam, serangan tersebut dilakukan pada 7 Juli di Jalan Al-Muntar, wilayah Shuja'iyya, Gaza timur.
Al-Qassam juga mengklaim telah menembakkan mortir ke arah konsentrasi pasukan dan kendaraan militer 'Israel' di wilayah Satar Barat, utara Khan Younis, pada Selasa (15/7).
Selain itu, mereka menyatakan telah menargetkan sebuah pos komando dan kontrol milik militer 'Israel' di kawasan Qizan al-Najjar, Khan Yunis selatan, melalui serangan mortir yang dilakukan bersama Brigade Al-Quds.
Tentara 'Israel' Luka Parah
Dalam pernyataan resmi, militer 'Israel' melaporkan bahwa seorang tentara dari Batalyon Samson (92), Brigade Kfir, mengalami luka parah dalam pertempuran di Gaza selatan pada Rabu (16/7). Tentara tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit dan keluarganya telah diberitahu.
Meski tidak dijelaskan secara rinci penyebab luka tersebut, harian Yedioth Ahronoth menyebutkan bahwa sang prajurit terluka parah akibat runtuhnya sebuah bangunan di wilayah Rafah, Gaza selatan.
Sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, militer 'Israel' mencatatkan 893 personel tewas dan 6.108 lainnya luka-luka, berdasarkan data resmi yang dirilis. Namun, faksi-faksi perlawanan Palestina menegaskan bahwa angka sebenarnya jauh lebih tinggi dari yang diumumkan.
Faksi perlawanan di Gaza terus mendokumentasikan operasi militer mereka terhadap pasukan 'Israel' dan kendaraan tempurnya sejak dimulainya invasi darat pada 27 Oktober 2023. Mereka kerap memasang berbagai jenis penyergapan yang menimbulkan kerugian besar bagi militer 'Israel', menghancurkan ratusan kendaraan militer, serta melancarkan serangan roket jarak menengah dan jauh ke kota dan permukiman 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)
