SWEIDA (Arrahmah.id) -- Kondisi bentrokan di Sweida antara suku Druze dan Arab Muslim yang kian tak terkendali membuat 'Israel' mengizinkan otoritas suriah untuk mengintervensi keamanan selama 48 jam disana.
Izin ini diberikan pasca 'Israel' dan Suriah sepakat akan adanya gencatan senjata di Sweida kata duta besar Amerika Serikat (AS) untuk Turki, Tom Barrack.
“Mengingat ketidakstabilan yang sedang berlangsung di Suriah barat daya, 'Israel' telah setuju untuk mengizinkan masuknya pasukan keamanan internal secara terbatas ke distrik Sweida selama 48 jam ke depan,” kata Tom Barrack, kepada wartawn, dikutip dari The Times of Israel (18/7/2025).
"Kami menyerukan kepada Druze, Badui, dan Muslim untuk meletakkan senjata mereka dan bersama dengan minoritas lainnya membangun identitas Suriah yang baru dan bersatu," tambah Barrack dalam sebuah unggahan di X.
Kedutaan Besar 'Israel' di Washington dan Konsulat Suriah di Kanada tidak segera berkomentar atau menanggapi permintaan komentar dari kantor berita Reuters.
Menurut pernyataan SNHR, yang mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga sipil di Suriah, setidaknya 321 orang, termasuk 6 anak-anak dan 9 perempuan, tewas dan lebih dari 436 orang terluka dalam bentrokan di Sweida antara 13-18 Juli.
(hanoum/arrahmah.id)
