TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Seorang pemukim 'Israel' ilegal tewas dan tiga lainnya terluka pada Selasa (18/11/2025) dalam sebuah operasi tabrakan mobil dan penusukan di dekat sebuah permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan media.
Media 'Israel' melaporkan bahwa tiga warga Palestina yang melakukan operasi di dekat persimpangan Gush Etzion, selatan Bethlehem, tewas, sebagaimana dilansir Al Jazeera. Namun, The Times of Israel menyebut bahwa dua pelaku terlibat dan ditembak mati oleh tentara 'Israel' di lokasi kejadian.
Kantor berita Anadolu mengutip penyiar publik 'Israel', KAN, yang menyatakan bahwa para pelaku, yang membawa pisau, menabrakkan mobil mereka ke pejalan kaki dekat permukiman tersebut, lalu salah satu dari mereka keluar dan menikam para pemukim.
Jaringan Channel 12 Israel melaporkan bahwa tentara memberlakukan penutupan militer terhadap kota dan desa Palestina di sekitar lokasi operasi.
Radio Militer 'Israel' menjelaskan bahwa serangan itu merupakan gabungan upaya penusukan dan penembakan, dan rincian lebih lanjut masih diselidiki. Radio tersebut juga menegaskan diberlakukannya penutupan militer terhadap daerah-daerah Palestina terdekat.
Menurut The Times of Israel, salah satu korban yang terluka adalah seorang perempuan berusia 55 tahun yang “diduga terkena tembakan tentara Israel secara tidak sengaja”.
Hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sejak 7 Oktober 2023, Tepi Barat mengalami peningkatan kekerasan oleh pasukan pendudukan 'Israel' dan para pemukim Yahudi ilegal, yang telah mengakibatkan sedikitnya 1.073 warga Palestina terbunuh dan sekitar 10.700 lainnya terluka. (zarahamala/arrahmah.id)
