Memuat...

Spanyol Siap Berlakukan Sanksi Baru terhadap 'Israel' jika Pelanggaran Berlanjut

Zarah Amala
Jumat, 28 November 2025 / 8 Jumadilakhir 1447 12:12
Spanyol Siap Berlakukan Sanksi Baru terhadap 'Israel' jika Pelanggaran Berlanjut
Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares (Al Jazeera)

GAZA (Arrahmah.id) - Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, menyatakan bahwa pemerintahnya siap mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap 'Israel' jika tidak terlihat langkah tegas menuju perdamaian di Gaza dan kawasan sekitarnya. Pernyataan itu disampaikan dalam program “Pertemuan Khusus” pada Kamis (27/11/2025).

Albares menyebut pelanggaran 'Israel' terhadap gencatan senjata di Gaza, serangan berkelanjutan di Lebanon, serta pelanggaran kedaulatan sebagai “tidak dapat diterima.” Ia mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas pelanggaran harian yang terjadi sejak perjanjian gencatan senjata diberlakukan sebulan lalu, termasuk aksi pembunuhan, krisis kemanusiaan yang semakin memburuk, dan eskalasi di Tepi Barat.

Ia merinci tiga prioritas utama Spanyol untuk menjaga perjanjian Gaza, menetapkan gencatan senjata permanen tanpa syarat, memastikan masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, dan memulai rekonstruksi di bawah satu otoritas nasional Palestina yang mencakup Gaza dan Tepi Barat.

Menteri Luar Negeri Spanyol itu juga menyoroti peran Organisasi Uni untuk Mediterania dalam mendukung solusi dua negara. Ia mengatakan bahwa organisasi tersebut menyatukan suara Eropa dan Arab serta membuktikan kemungkinan hidup berdampingan antara negara Palestina dan 'Israel'. Ia memastikan bahwa delegasi Palestina dan 'Israel' akan duduk setara dalam pertemuan mendatang di Barcelona.

Albares menegaskan bahwa salah satu tujuan utama pertemuan tingkat menteri tersebut adalah mendorong pengakuan timbal balik antara Palestina dan 'Israel'. Menurutnya, hal itu dapat meningkatkan stabilitas di Timur Tengah dan kawasan Mediterania. Ia juga mengingatkan bahwa Barcelona pernah memprakarsai proses perdamaian regional tiga dekade lalu.

Dalam isu kemanusiaan, Albares menekankan pentingnya keamanan pangan bagi Gaza serta memastikan bantuan kemanusiaan masuk tanpa hambatan. Ia menyerukan percepatan rencana rekonstruksi di bawah otoritas Palestina yang bersatu.

Ia menambahkan bahwa Spanyol siap meninjau kembali posisinya secara menyeluruh jika kekerasan meningkat atau jika tidak ada langkah nyata menuju perdamaian. Spanyol sebelumnya telah mengakui Palestina dan menjatuhkan sanksi terhadap pemerintah 'Israel'.

Dalam bagian lain, Albares membahas situasi Ukraina. Ia menegaskan bahwa setiap upaya perdamaian harus didahului gencatan senjata permanen yang menghormati kedaulatan Ukraina. Ia menolak segala keputusan mengenai masa depan Ukraina dan keamanan Eropa tanpa keterlibatan negara-negara Eropa.

Albares menutup pernyataannya dengan menegaskan prinsip Eropa: “Tidak ada apa pun tentang Ukraina tanpa Ukraina, dan tidak ada apa pun mengenai keamanan Eropa tanpa orang-orang Eropa,” seraya menekankan bahwa perkembangan di Ukraina berdampak langsung pada keamanan seluruh kawasan. (zarahamala/arrahmah.id)