MOSUL (Arrahmah.id) -- Para arkeolog di wilayah Kurdistan Irak telah menemukan sisa-sisa kota kuno yang berusia lebih dari 5.000 tahun. Situs itu terungkap setelah surutnya air di Bendungan Mosul memperlihatkan permukiman yang telah lama terendam.
Direktorat Purbakala di Duhok mengumumkan pada hari Jumat (28/8/2025) bahwa penemuan tersebut mencakup apa yang mungkin merupakan pemakaman terbesar yang pernah ditemukan di daerah tersebut, berisi setidaknya 40 peti mati tanah liat dari periode Helenistik, yang diperkirakan berasal dari sekitar 300 SM.
Penggalian saat ini sedang berlangsung untuk mengawetkan makam dan memulihkan artefak sebelum permukaan air naik kembali.
Temuan awal menunjukkan bahwa situs tersebut berisi peninggalan dari berbagai era, mulai dari periode Nineveh V dan Abad Perunggu awal dan pertengahan hingga Kerajaan Mitanni, kekaisaran Neo-Asyur, dan periode Islam.
Fragmen tembikar dari lapisan-lapisan ini, beserta artefak era Helenistik yang utuh, menjadi bukti adanya permukiman dengan makna sejarah yang mendalam.
Situs ini terletak di desa tua Khanke di Provinsi Duhok selatan, sebuah wilayah yang terendam ketika Bendungan Mosul selesai dibangun pada tahun 1986.
Penurunan permukaan air yang luar biasa tajam tahun ini telah mengungkap reruntuhan tersebut, yang mendorong dilakukannya penggalian cepat untuk penyelamatan.
“Penemuan ini dapat sangat memperkaya pemahaman kita tentang sejarah wilayah ini,” kata Bex Breefkani, direktur Departemen Purbakala Duhok, seperti dikutip Gulf News (31/8).
Dia mencatat bahwa penggalian lebih lanjut kemungkinan akan mengungkap materi dan wawasan tambahan tentang pertukaran budaya yang membentuk Mesopotamia utara. (hanoum/arrahmah.id)
