Memuat...

“Suriah Tak Akan Dipecah!” — Asy-Syaraa Tantang Intervensi Asing dan ‘Israel’

Samir Musa
Sabtu, 19 Juli 2025 / 24 Muharam 1447 17:00
“Suriah Tak Akan Dipecah!” — Asy-Syaraa Tantang Intervensi Asing dan ‘Israel’
Presiden Suriah Ahmad Asy-Syaraa (Al Jazeera)

DAMASKUS (Arrahmah.id) — Presiden Suriah Ahmad Asy-Syaraa dengan lantang menegaskan bahwa “Suriah tak akan dipecah”, dan menyatakan bahwa negeri Syam bukanlah lahan untuk proyek pemisahan atau skenario asing. Ia menyerukan seluruh elemen bangsa untuk bersatu menghadapi intervensi luar, khususnya dari entitas “Israel”, lansir Al Jazeera.

Pernyataan tegas itu disampaikannya menyusul pengumuman resmi dari pemerintah Suriah terkait gencatan senjata menyeluruh dan segera di Provinsi Sweida, wilayah selatan yang belakangan ini dilanda ketegangan dan bentrokan.

Asy-Syaraa menuding bahwa intervensi “Israel” secara langsung telah memperburuk keadaan di Sweida, terutama setelah agresi militer yang dilancarkan ke wilayah selatan dan ibu kota Damaskus.

"Kami telah menerima sejumlah seruan internasional untuk turun tangan dalam krisis di Sweida dan memulihkan keamanan negara," ujar Asy-Syaraa dalam pidatonya.

Ia menegaskan bahwa hanya negara Suriah yang sah menjaga kedaulatan dan wibawa nasional. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada suku-suku Arab atas sikap heroik mereka, serta menyerukan penghentian total segala bentuk baku tembak dan kekerasan bersenjata.

"Situasi kritis ini menuntut suku-suku dan warga dari kalangan Druze untuk berdiri dalam satu barisan bersama negara," tegasnya.

Asy-Syaraa juga menolak anggapan yang menyudutkan seluruh komunitas Druze hanya karena tindakan segelintir oknum.

"Tidak adil jika kita menghakimi seluruh komunitas yang mulia ini karena perilaku segelintir orang," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa kekuatan Suriah bersumber dari persatuan rakyatnya, dan bahwa keadilan untuk semua warga adalah pondasi yang tak boleh ditinggalkan.

Lebih lanjut, Asy-Syaraa menyatakan bahwa pemerintah Suriah berlepas diri dari segala bentuk pelanggaran dan pembantaian yang terjadi di wilayah Sweida. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Amerika Serikat atas sikapnya yang menegaskan dukungan terhadap kesatuan wilayah Suriah.

Damaskus Umumkan Gencatan Senjata Menyeluruh

Pidato Asy-Syaraa disampaikan tak lama setelah pengumuman dari kepresidenan Suriah yang menyatakan gencatan senjata penuh dan langsung berlaku di Provinsi Sweida. Pemerintah menyerukan semua pihak untuk mematuhinya dan memberikan ruang bagi institusi negara guna menegakkan stabilitas.

Dalam pernyataannya, pemerintah Suriah memperingatkan bahwa pelanggaran terhadap gencatan senjata akan dianggap sebagai pelanggaran atas kedaulatan nasional.

Laporan menyebutkan bahwa pasukan keamanan telah mulai menyebar ke sejumlah wilayah sebagai langkah awal pelaksanaan perjanjian tersebut.

Di sisi lain, utusan Amerika Serikat untuk Suriah, Tom Barak, mengungkapkan bahwa kesepakatan ini tercapai melalui mediasi Washington dalam pertemuan antara Presiden Suriah Ahmad Asy-Syaraa dan Perdana Menteri “Israel” Benjamin Netanyahu.

(Samirmusa/arrahmah.id)