Memuat...

Swiss tolak pendanaan asing untuk masjid-masjid di negaranya

Althaf
Rabu, 30 Mei 2018 / 15 Ramadan 1439 22:16
Swiss tolak pendanaan asing untuk masjid-masjid di negaranya
The Mahmud Mosque's minaret is pictured on October 26, 2009 in Zurich. Switzerland is expected to vote November 29 on a referendum launched by right-wing groups on whether the construction of minarets should be banned. The Swiss government and all the other major political parties are recommending a 'no' vote. In a historic move, local Christian, Jewish and Muslim leaders have joined forces to reject a ban on minarets. Just four minarets are believed to exist in the country, Swiss media reported. AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI / AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI

BERN (Arrahmah.com) - Senat Swiss pada Selasa (29/5/2018) memilih menentang mosi yang menyerukan pendanaan asing masjid di negara itu.

Politisi di majelis tinggi memilih 29 banding 7 terhadap proposal yang secara sempit telah melewati Dewan Negara Bagian yang lebih rendah.

Gerakan itu telah dikemukakan oleh Lorenzo Quadri, seorang senator untuk partai sayap kanan Liga Ticino.

Proposal, yang merujuk pada peraturan yang sudah ada di Austria, juga mengharuskan para imam untuk berkhotbah dalam bahasa nasional Swiss dan meminta seluruh Islamic Center mengungkapkan asal-usul pendanaan mereka.

Melalui langkah tersebut, Quadri telah menargetkan sekitar 35 masjid dan Islamic Center di Swiss yang dilaporkan didanai oleh pemerintah Turki dengan uang yang digunakan untuk menyebarkan Islam radikal, portal berita Swiss 20 Minuten melaporkan.

Tetapi tujuh anggota Dewan Federal Swiss mengatakan langkah itu diskriminatif.

Namun, eksekutif Swiss itu mencatat bahwa tidak ada wilayah Swiss yang secara resmi mengakui Islam dan tidak adil untuk menerapkan aturan tanpa menawarkan hak. Senator partai hijau Robert Cramer juga mencatat bahwa langkah itu dapat mempengaruhi kebebasan beragama dan hak untuk berkumpul secara bebas. (Althaf/arrahmah.com)