GROZNY (Arrahmah.id) -- Otoritas Chechnya telah menuntut pemilik salon kecantikan dan toko pakaian wanita untuk mendaftar pertemuan dengan pejabat daerah, dan mengancam akan menutup bisnis yang tidak mematuhinya.
Dalam sebuah video yang diunggah pada hari Minggu, Amir Sugaipov — ajudan kepala Chechnya, wakil kepala sekretariat pemimpin republik, dan koordinator urusan pemuda — mengatakan bahwa pertemuan tersebut diperintahkan langsung oleh Kepala Chechnya Ramzan Kadyrov, dan akan diadakan tanpa perekaman untuk ‘memastikan dialog yang tenang’.
Menurut Sugaipov, seperti dilansir OC Media (17/7/2025), tujuan pertemuan tersebut adalah untuk menyelaraskan sektor kecantikan dan mode dengan ‘norma-norma tradisional dan nilai-nilai moral masyarakat Chechnya’.
Ia mengatakan pendaftaran dilakukan melalui nomor WhatsApp tertentu dan menekankan bahwa salon dan toko yang tidak ‘mendaftar’ akan ditutup paksa.
Pada Selasa malam, Sugaipov merilis pesan video baru, yang menyatakan bahwa hanya pemilik toko yang menjual jilbab, abaya, dan jilbab yang menanggapi seruan tersebut. Mereka yang secara khusus dituju pesan tersebut telah mengabaikannya, ujarnya.
Sugaipov menetapkan batas waktu pendaftaran terakhir, Kamis.
"Ini peringatan kedua. Tidak akan ada yang ketiga," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh rakyat Chechnya telah menyaksikan betapa sopan dan terbukanya inisiatif tersebut disampaikan — "tanpa tekanan, tanpa ultimatum, dengan tawaran dialog."
"Tetapi Anda memilih untuk mengabaikannya. Itu berarti Anda tidak menghargai kelembutan pendekatan kami. Anda memiliki waktu tepat dua hari — hingga Kamis — untuk memperbaiki situasi," ujarnya.
Kedua pernyataan tersebut direkam oleh Sugaipov dalam bahasa Chechnya, tetapi telah dikutip menurut terjemahan yang disediakan oleh kantor berita negara Chechnya, Grozny-Inform.
Pada Desember 2024, Kadyrov memerintahkan penutupan salon kecantikan yang mempromosikan layanan mereka menggunakan model yang "melanggar norma etika Muslim".
"Salon kecantikan mengunggah foto yang memperlihatkan model perempuan yang memperlihatkan bagian tubuh mereka yang tidak seharusnya ditampilkan. Salon yang merusak masyarakat harus ditutup tanpa terkecuali," ujar Kadyrov dalam sebuah video yang dipublikasikan di kanal Telegram pribadinya, sebagaimana diterjemahkan oleh kantor berita negara RIA Novosti.
Pada tahun 2015, sebuah komisi antardepartemen melakukan inspeksi skala besar terhadap salon kecantikan di Chechnya, mengidentifikasi lebih dari 80 salon yang "melanggar norma sanitasi" dan mengajukan hampir 100 kasus administratif. (hanoum/arrahmah.id)
