KABUL (Arrahmah.id) - Kementerian Pertambangan dan Minyak Bumi menyatakan telah mengadopsi program-program khusus untuk mengelola tambang-tambang di Afghanistan secara terstandar dan mencegah penambangan ilegal.
Pejabat kementerian menekankan bahwa tujuan program-program ini adalah menciptakan peluang kerja, menarik investasi, meningkatkan industri, dan menuju kemandirian ekonomi, lansir Tolo News (9/8/2025).
Menurut kementerian, selain mencegah penyelundupan sumber daya mineral, upaya sedang dilakukan untuk memastikan bahwa bahan baku tidak diekspor keluar negeri dan pengolahan dilakukan di dalam Afghanistan.
Homayoun Afghan, juru bicara Kementerian Pertambangan dan Minyak, mengatakan: “Kementerian Pertambangan dan Minyak berkomitmen untuk mengelola tambang-tambang ini dengan baik guna menciptakan peluang kerja, menarik investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat industri Afghanistan secara keseluruhan, dan mengarahkan negara menuju kemandirian. Dalam hal ini, kami bertekad tidak membiarkan siapa pun melakukan penambangan ilegal, dan kami akan menekan penyelundupan agar semua operasi penambangan dilakukan secara legal dan eksplorasi dilakukan sesuai standar yang tepat.”
Afghan menambahkan bahwa proses tender untuk kontrak pertambangan berjalan dengan fasilitasi dan akurasi yang diperlukan, dan hanya perusahaan yang memiliki kapasitas teknis yang terbukti, sumber daya keuangan yang memadai, dan komitmen praktis yang akan diberikan kontrak untuk penambangan.
Dia menekankan bahwa semua permohonan ditinjau dengan cermat dan tidak ada kontrak yang akan diselesaikan tanpa memastikan kemampuan teknis dan keuangan perusahaan.
Juru bicara kementerian tersebut menambahkan: “Kami bertujuan untuk menandatangani kontrak hanya dengan perusahaan yang memiliki kapasitas teknis yang memadai, sumber daya keuangan yang cukup, dan komitmen yang kuat agar tambang-tambang Afghanistan dapat dieksploitasi sesuai standar yang tepat dan dimanfaatkan secara efektif.”
Shams Rahman Ahmadzai, seorang pakar urusan ekonomi, mengatakan: “Baik itu Uzbekistan, Cina, Rusia, atau negara lain yang berinvestasi di sini, mereka juga harus berinvestasi langsung di sektor pengolahan agar peluang kerja tercipta bagi pemuda yang saat ini menghadapi pengangguran dan berbagai tantangan. Hal ini juga akan membantu kita mendekati kemandirian ekonomi.”
Pejabat dari Kementerian Pertambangan menambahkan bahwa meskipun beberapa tambang besar di negara ini masih dalam tahap eksplorasi, tambang yang telah memasuki tahap produksi telah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan menghasilkan pendapatan. (haninmazaya/arrahmah.id)
