JAKARTA (Arrahmah.id) — Terduga pelaku peledakan di masjid SMAN 72 Jakarta Utara, berinisial F, terekam kamera pengawas (CCTV) saat dibonceng ayahnya menuju sekolah pada Jumat (7/11/2025) pagi.
Dalam rekaman tersebut, F tampak mengenakan seragam sekolah seperti siswa lainnya, batik merah dengan celana panjang putih, serta membawa dua tas. Sebuah ransel merah di punggung dan tas besar berwarna biru yang dipangkunya.
Dugaan muncul bahwa F telah menyiapkan seluruh perlengkapan untuk melakukan aksinya sejak pagi.
Hal itu terlihat dari perbedaan pakaian yang dikenakannya sebelum dan sesudah kejadian.
Saat tiba di sekolah, F masih mengenakan seragam lengkap. Namun setelah ledakan terjadi, ia ditemukan terkapar di dekat senjata mainan, dengan kaus putih dan celana panjang hitam — pakaian yang diduga sudah dibawa dalam tasnya.
Ketua RT setempat, Danny Rumondor, mengungkapkan bahwa F dikenal sebagai sosok tertutup dan jarang bersosialisasi sejak tujuh tahun lalu tinggal di kawasan Jalan Mahoni 1, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara.
“Saat pindah ke sini dia jarang bergaul. Ke tetangga sebelah rumah pun jarang, kecuali kalau berangkat sekolah dibonceng bapaknya, baru kelihatan,” kata Danny, Sabtu (8/11/2025).
Menurut Danny, F tinggal bersama ayahnya di rumah majikan tempat sang ayah bekerja sebagai juru masak untuk usaha UMKM milik pemilik rumah. Keduanya menempati satu kamar kecil di rumah tersebut.
“Kalau menurut orang rumah yang serumah sama dia, ya satu kamar katanya. Kamarnya tertutup, dan kalau hari biasa ada bapaknya. Tapi kalau hari Minggu karena bapaknya ada urusan di luar, kadang pulang malam, jadi dia sendirian,” jelas Danny.
Lebih lanjut, Danny menyebut bahwa aktivitas F sehari-hari terbilang minim interaksi sosial.
“Informasinya, di kamar itu dia lebih sering main handphone dan laptop. Ya seharian di kamar, nggak ada kegiatan lain,” tambahnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait motif dan sumber bahan peledak yang digunakan dalam insiden di masjid SMAN 72 tersebut.
Polisi juga tengah menelusuri rekaman CCTV dan keterangan saksi untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian yang mengakibatkan puluhan orang luka-luka itu.
(ameera/arrahmah.id)
