Memuat...

“Tolong... Anak-Anak Sedang Mati!”—Perawat Inggris Menangis di Depan Tentara Mesir Minta Izin ke Gaza

Samir Musa
Ahad, 15 Juni 2025 / 19 Zulhijah 1446 09:09
“Tolong... Anak-Anak Sedang Mati!”—Perawat Inggris Menangis di Depan Tentara Mesir Minta Izin ke Gaza
“Tolong... Anak-Anak Sedang Mati!”—Perawat Inggris Menangis di Depan Tentara Mesir Minta Izin ke Gaza

RAFAH (Arrahmah.id) – Seorang perawat asal Inggris tak kuasa menahan tangis saat berbicara kepada pasukan keamanan Mesir yang menghadang pawai solidaritas menuju Jalur Gaza. Dalam video yang beredar luas, ia memohon agar mereka mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah yang dikepung oleh penjajah “Israel”.

Kita sedang bicara tentang kemanusiaan, keberanian, dan anak-anak yang sekarat karena kelaparan! Di mana nilai-nilai kemanusiaan itu sekarang?! ujarnya penuh emosi sambil menangis.

https://youtube.com/shorts/wflx3w7C3uI?feature=shared

Perawat itu menceritakan bahwa banyak ibu di Gaza tak lagi mampu menyusui bayi mereka karena tubuh mereka sendiri mengalami kekurangan gizi parah.

“Wanita-wanita tak mampu lagi menyusui anak-anaknya. Anak-anak sedang sekarat karena kelaparan,” teriaknya dengan suara parau.

Ia pun menyeru kepada aparat keamanan Mesir dan publik internasional agar membuka mata terhadap penderitaan yang dialami rakyat Gaza akibat blokade dan serangan brutal “Israel”.

“Saya belum pernah melihat dan mengalami hal seperti ini. Tolong, saya memohon... izinkan kami untuk berjalan ke Palestina!” katanya dalam bahasa Inggris.

Pernyataan menyentuh dari perawat ini menggambarkan betapa dalamnya krisis kemanusiaan di Gaza, di tengah agresi dan pengepungan yang terus berlanjut. Ia menegaskan bahwa motivasinya datang dari nilai-nilai kemanusiaan, Islam, dan solidaritas Arab yang universal.

“Saya datang dari Eropa untuk membela anak-anak dan umat Muslim,” tambahnya.

Konvoi yang ia ikuti merupakan bagian dari gerakan internasional yang menuntut agar bantuan kemanusiaan diperbolehkan masuk ke Gaza melalui Rafah, satu-satunya jalur perbatasan dengan Mesir yang tidak dikendalikan oleh penjajah “Israel”.

(Sanirmusa/arrahmah.id)