Memuat...

Turki cerca Perancis karena propagandakan Kurdi di sekolah-sekolah

Althaf
Senin, 7 September 2020 / 19 Muharam 1442 21:58
Turki cerca Perancis karena propagandakan Kurdi di sekolah-sekolah
Sebuah file foto tahun 2018 menunjukkan para pejuang Partai Pekerja Kurdistan (PKK) berjaga di penghalang jalan di Pegunungan Qandil, pangkalan belakang utama kelompok itu di Irak utara. (Foto: AFP)

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki mengkritik Perancis atas buku teks yang dimaksudkan untuk digunakan di sekolah menengah yang termasuk propaganda dari kelompok Kurdi yang dianggapnya sebagai kelompok teror di Suriah, Kementerian Luar Negeri mengumumkan dalam sebuah pernyataan, Senin (7/9/2020).

Buku tersebut, yang dilaporkan disiapkan oleh sebuah penerbit untuk diajarkan di sekolah-sekolah menengah di Perancis, memuat informasi tentang Kurdi sesuai dengan ideologi separatis dari Unit Perlindungan Rakyat (YPG) yang menurut Ankara adalah organisasi terlarang Partai Pekerja Kurdistan (PKK) cabang Suriah.

PKK ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, Uni Eropa, Australia dan Jepang. Sementara, koalisi pimpinan AS melawan ISIS di Suriah telah mendukung pasukan YPG di negara tersebut.

"Pandangan dan peringatan dalam pernyataan Turki sebelumnya - mengenai dukungan Perancis kepada organisasi teroris, yang mengancam keamanan nasional Turki, dan bersikeras pada kesalahan menyamakan Kurdi Suriah dengan PKK / YPG - masih berlaku," juru bicara Kementerian Luar Negeri Hami Aksoy mengungkapkan.

Aksoy mengatakan upaya Perancis untuk membangun preferensi kebijakan luar negerinya pada hampir semua masalah berdasarkan retorika anti-Turki dan pada saat yang sama memutarbalikkan kebenaran sejarah dan hukum.

“Jelas bahwa propaganda teroris yang dihasilkan dari kebijakan resmi Perancis ini dimulai dengan keberanian mereka yang menyambut perwakilan organisasi teroris ke istana presiden,” tambahnya.

Tahun lalu, pasukan Turki bersama Tentara Nasional Suriah (SNA) melancarkan Operasi Mata Air Perdamaian melawan YPG dan ISIS di Suriah utara. (Althaf/arrahmah.com)