Memuat...

Wakil Wali Kota Bandung Sambut Kedatangan Zakir Naik

Ameera
Sabtu, 12 Juli 2025 / 17 Muharam 1447 20:58
Wakil Wali Kota Bandung Sambut Kedatangan Zakir Naik
Wakil Wali Kota Bandung Sambut Kedatangan Zakir Naik

JAKARTA (Arrahmah.id) - Bandung menjadi salah satu kota tujuan dalam rangkaian safari dakwah ulama asal India, Dr Zakir Naik, yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia mulai 8 hingga 20 Juli 2025.

Berdasarkan jadwal di situs resminya, Zakir Naik akan mengisi ceramah di Lapangan Tritan, Bandung, selama dua hari, yakni pada 12 dan 13 Juli 2025.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa Bandung merupakan kota yang terbuka dan inklusif terhadap berbagai bentuk kegiatan keagamaan, selama dilaksanakan sesuai aturan.

"Kalau ditanya apakah saya punya kekhawatiran terhadap potensi penyimpangan? Tidak ada. Karena setiap orang punya keyakinan masing-masing," ujar Erwin kepada RMOLJabar, Sabtu (12/7/2025).

Erwin menyatakan bahwa masyarakat Bandung sudah cukup dewasa dan cerdas dalam menyikapi perbedaan pandangan. Ia menilai, berbagai kelompok keagamaan yang ada di Bandung telah lama hidup berdampingan tanpa konflik berarti.

"Kita tahu, di Bandung ini ada banyak kelompok NU, Persis, Muhammadiyah, LDII, tapi semua bisa hidup berdampingan tanpa konflik," katanya, merespons munculnya kekhawatiran publik atas kedatangan penceramah yang kerap disebut kontroversial tersebut.

Meski demikian, Erwin mengingatkan bahwa semua kegiatan, termasuk safari dakwah Zakir Naik, harus melalui prosedur perizinan yang berlaku di Kota Bandung.

"Saya sendiri belum tahu detail acaranya. Tapi prinsipnya jelas, semua kegiatan di Bandung harus mengantongi izin. Kalau sudah sesuai aturan, ya silakan saja. Bahkan saya mungkin akan ada di barisan terdepan," ucapnya.

Terkait adanya penolakan atas kehadiran Zakir Naik di beberapa daerah, seperti di Kota Malang, Jawa Timur, Erwin menilai hal itu tidak mencerminkan kondisi di Bandung.

"Memang di Malang sempat ada reaksi, tapi saya yakin warga Bandung sudah cukup dewasa. Kita ini kota inklusif. Bahkan Pendopo pun bisa digunakan untuk kegiatan budaya atau sosial-keagamaan selama tidak melanggar aturan," tutup Erwin.

(ameera/arrahmah.id)