KABUL (Arrahmah.id) - Wakil Menteri Perekonomian Imarah Islam Afghanistan, saat berpidato dalam upacara penghormatan kepada lebih dari dua ribu mahasiswa yang berpartisipasi dalam kompetisi akademik "Ilmuwan Muda", menekankan perlunya penguatan dan dukungan terhadap pusat-pusat ilmiah dan pendidikan.
Ia menambahkan bahwa komitmen semata tanpa pendidikan dan pengetahuan tidak dapat membawa kemajuan atau kemerdekaan bagi suatu negara, dan bahwa bangsa-bangsa hanya dapat memperoleh pengaruh di dunia melalui sains dan teknologi, lansir Tolo News (19/11/2025).
Abdul Latif Nazari, Wakil Menteri Perekonomian, menyatakan: “Mengapa negara-negara besar memaksakan wacana mereka kepada dunia sebagai narasi dominan dan berlaku saat ini? Karena mereka memiliki pengetahuan dan teknologi. Mereka tidak memiliki keunggulan inheren lainnya; mereka adalah manusia seperti kita. Namun, mereka berfokus pada pengetahuan, memperkuat institusi akademik mereka, dan saat ini mereka mengelola dan memimpin seluruh dunia.”
Setelah kompetisi yang melibatkan tiga puluh ribu mahasiswa, dua ribu dua ratus mahasiswa mendapatkan penghormatan dalam sebuah upacara di Kabul sebagai bagian dari kontes akademik "Ilmuwan Muda".
Mohammad Reza Faramarz, ketua panitia penyelenggara kompetisi akademik Young Scientist putaran ke-14, mengatakan: “Di antara para peserta ini, 2.200 siswa menerima medali, sertifikat penghargaan, dan berbagai hadiah.”
Beberapa siswa laki-laki yang memenangkan kompetisi menyerukan peningkatan kesempatan pendidikan.
Noorullah, seorang siswa yang menerima penghargaan, mengatakan: “Para pejabat harus menginspirasi siswa dan berinvestasi dalam perkembangan mereka.”
Rahmatullah, siswa lainnya, mengatakan: “Kesempatan pendidikan yang diperlukan harus disediakan bagi semua siswa—baik perempuan maupun laki-laki.”
Sementara itu, para siswi, terutama siswa kelas enam yang juga diumumkan sebagai pemenang, menyerukan pembukaan kembali sekolah-sekolah yang ditutup untuk semua siswi di seluruh negeri.
Maryam, siswa peraih penghargaan lainnya, mengatakan kepada Tolo News: “Saya ingin belajar dengan sungguh-sungguh tahun depan juga. Saya ingin semua sekolah dan lembaga yang berkaitan dengan perempuan dibuka kembali.”
Zohal, seorang siswa kelas enam, berkata: “Permintaan saya kepada pemerintah adalah agar hak-hak perempuan dan anak perempuan diberikan sepenuhnya, dan agar anak perempuan diizinkan untuk menempuh pendidikan dengan bebas.”
Di akhir upacara, setiap medali dan sertifikat bukan sekadar simbol pencapaian individu; melainkan sebagai pengingat bahwa generasi muda Afghanistan, terlepas dari segala tantangan, tetap bersemangat belajar dan bertekad membangun masa depan yang lebih cerah. (haninmazaya/arrahmah.id)
