Memuat...

Warga Afghanistan yang Dideportasi Mengatakan Kehidupan di Iran Menjadi Tak Tertahankan

Hanin Mazaya
Jumat, 18 Juli 2025 / 23 Muharam 1447 19:26
Warga Afghanistan yang Dideportasi Mengatakan Kehidupan di Iran Menjadi Tak Tertahankan
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Warga Afghanistan yang dideportasi dari Iran mengatakan bahwa kehidupan warga Afghanistan di negara tersebut menjadi sangat sulit dalam beberapa hari terakhir.

Menurut mereka, semua layanan sosial telah dihentikan, dan toko-toko serta apotek menolak untuk menjual makanan dan obat-obatan kepada warga Afghanistan.

Noorullah, seorang pengungsi yang dideportasi dari Iran, mengatakan: "Pemerintah harus memperhatikan kesulitan yang dihadapi masyarakat. Iran telah mengusir semua migran Afghanistan."

Ahmad Saber, seorang deportan lainnya, mengatakan: "Saya memiliki 100 juta toman dengan tuan tanah saya, tetapi dia hanya mengembalikan 40 juta dan menolak untuk memberikan sisanya. Apa pun yang kami lakukan, baik hakim maupun komandan polisi di negara itu tidak mendengarkan kami."

Mahmood, seorang deportan lainnya, mengatakan kepada Tolo News: "Kehidupan di Iran sangat sulit tidak hanya bagi saya, tetapi juga bagi semua orang. Kami semua cemas dan bahkan tidak bisa meninggalkan rumah kami -terutama para pria- karena orang-orang Afghanistan ditangkap karena dituduh sebagai mata-mata."

Sementara itu, yang lain mengatakan bahwa mereka dideportasi dengan tangan kosong dan meninggalkan semua harta benda mereka di Iran, karena polisi memaksa mereka keluar.

Mereka meminta Imarah Islam untuk bernegosiasi dengan pemerintah Iran mengenai pengembalian aset-aset Afghanistan.

Samir, seorang pengungsi yang dideportasi, mengatakan: “Kami mendesak Imarah Islam Afghanistan untuk menindaklanjuti masalah ini, karena semua barang, uang, dan kendaraan kami masih ada di sana.”

Hingga 30.000 migran Afghanistan memasuki Afghanistan setiap hari dari perbatasan Islam Qala di Herat saja. Sebagian besar dari mereka yang dideportasi mengeluhkan perlakuan buruk oleh polisi Iran dan kehilangan semua harta benda mereka. (haninmazaya/arrahmah.id)