Memuat...

"Israel" Bahas Balasan Hamas Malam Ini Sebelum Netanyahu Terbang ke Washington

Samir Musa
Sabtu, 5 Juli 2025 / 10 Muharam 1447 21:09
"Israel" Bahas Balasan Hamas Malam Ini Sebelum Netanyahu Terbang ke Washington
Dalam sebuah pertemuan sebelumnya kabinet keamanan "Israel" (media Israel)

TEL AVIV (Arrahmah.id) – Dewan Keamanan Mini “Israel” (Kabinet) dijadwalkan menggelar pertemuan pada pukul 10 malam ini, Sabtu (5/7), untuk membahas balasan dari Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) terhadap proposal kesepakatan gencatan senjata di Gaza, sebelum Perdana Menteri “Israel” Benjamin Netanyahu berangkat ke Washington pada Senin mendatang.

Pagi tadi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa “mungkin akan ada kesepakatan mengenai Gaza” pada pekan depan. Saat ditanya dalam pesawat kepresidenan apakah ia optimistis tentang tercapainya gencatan senjata antara “Israel” dan Hamas, Trump menjawab, “Sangat,” meskipun menambahkan bahwa “semuanya berubah dari hari ke hari.”

Sementara itu, saluran TV “Israel” Channel 12 pada Jumat malam (4/7) mengutip sumber yang menyatakan bahwa menindaklanjuti jawaban Hamas, delegasi “Israel” diperkirakan akan segera berangkat ke Doha untuk melakukan negosiasi atas syarat-syarat kesepakatan. Sumber tersebut memperkirakan bahwa perundingan tidak akan berlangsung lebih dari satu setengah hari.

Tiga Tuntutan Utama Hamas

Lembaga Penyiaran Publik “Israel” melaporkan bahwa Hamas tetap bersikukuh pada tiga tuntutan utama untuk merevisi poin-poin dalam kesepakatan:

  1. Pengembalian sistem distribusi bantuan kemanusiaan ke model sebelumnya, yang menurut sumber memungkinkan Hamas mendapatkan kembali sebagian kontrol atas masuknya barang ke Jalur Gaza.
  2. Penegasan mengenai kelanjutan gencatan senjata setelah masa 60 hari berakhir. Sementara “Israel” menganggap berakhirnya masa tersebut tanpa kesepakatan akhir membuka pintu untuk melanjutkan serangan, Hamas bersikeras bahwa gencatan senjata harus diperpanjang bahkan jika belum ada perjanjian akhir.
  3. Peta penarikan pasukan “Israel” dari wilayah Gaza. Hamas menuntut penarikan yang jelas dan nyata dari semua area yang saat ini diduduki tentara “Israel” di dalam Jalur Gaza.

Hamas: Balasan Kami Positif

Jumat malam, Hamas merilis pernyataan bahwa mereka “telah menyelesaikan konsultasi internal serta berdiskusi dengan faksi-faksi dan kekuatan Palestina mengenai usulan terbaru dari para mediator untuk menghentikan agresi terhadap rakyat Palestina di Gaza.” Hamas menyatakan bahwa mereka telah “menyerahkan balasan kepada para saudara mediator (Mesir dan Qatar).”

Gerakan tersebut menegaskan bahwa balasan mereka “bersifat positif” dan bahwa Hamas “siap secara serius untuk segera memasuki putaran negosiasi guna membahas mekanisme implementasi kesepakatan tersebut.”

Jihad Islam Minta Jaminan

Di sisi lain, Gerakan Jihad Islam – sekutu utama Hamas – mengumumkan dukungannya terhadap keputusan Hamas untuk masuk ke tahap perundingan implementasi gencatan senjata. Namun mereka meminta jaminan internasional agar gencatan senjata sementara dapat diubah menjadi gencatan senjata permanen.

Dalam pernyataan resminya, Jihad Islam menyebutkan bahwa mereka telah menyampaikan beberapa catatan teknis kepada Hamas terkait mekanisme pelaksanaan usulan tersebut, dan menyatakan bahwa mereka “berkomitmen untuk mencapai kesepakatan,” tetapi menuntut jaminan tambahan agar pendudukan “Israel” tidak melanjutkan agresinya setelah klausul pembebasan tahanan dilaksanakan.

(Samirmusa/arrahmah.id)