Memuat...

'Israel' Luncurkan Gelombang Serangan Udara Gempur Beirut, 800 Ribu Warga Mengungsi

Zarah Amala
Jumat, 6 Maret 2026 / 17 Ramadan 1447 09:41
'Israel' Luncurkan Gelombang Serangan Udara Gempur Beirut, 800 Ribu Warga Mengungsi
Asap mengepul dari lokasi serangan udara 'Israel' yang menargetkan lingkungan Haret Hreik di pinggiran selatan Beirut (AFP).

BEIRUT (Arrahmahid) - Ketegangan di Lebanon mencapai titik didih pada Jumat dini hari (6/3/2026) setelah jet tempur 'Israel' meluncurkan gelombang serangan udara paling destruktif di pinggiran selatan Beirut (Dahiyeh). Serangan masif ini terjadi menyusul perintah evakuasi darurat yang mencakup seluruh distrik pemukiman, memicu eksodus massal ribuan warga di tengah kegelapan malam.

Koresponden Al Jazeera melaporkan setidaknya lima serangan udara dahsyat menghantam wilayah Al-Ghobeiri dalam waktu kurang dari satu jam. Ledakan beruntun juga mengguncang Haret Hreik, di mana pilar asap hitam pekat terlihat membubung tinggi dari reruntuhan bangunan. Serangan tidak hanya terbatas di ibu kota, tetapi juga meluas hingga ke kota Brital di Lembah Bekaa, Lebanon Timur.

Berbeda dari serangan sebelumnya yang menyasar bangunan spesifik, kali ini militer 'Israel' (IDF) mengeluarkan perintah evakuasi untuk rupa geografis yang jauh lebih luas. Peta yang dirilis oleh juru bicara IDF, Avichay Adraee, menginstruksikan penduduk di Burj al-Barajneh, Al-Hadath, Haret Hreik, dan Chiyah untuk segera mengungsi ke arah timur dan utara.

Diperkirakan 600.000 hingga 800.000 penduduk terjebak dalam kemacetan total saat mencoba melarikan diri dengan mobil maupun berjalan kaki. Suara tembakan peringatan dilepaskan ke udara untuk mendesak warga segera pergi. Hampir seluruh jadwal penerbangan di Bandara Internasional Rafic Hariri, yang terletak berbatasan langsung dengan lokasi target, terpaksa dibatalkan total.

Menteri Keuangan 'Israel', Bezalel Smotrich, memberikan pernyataan provokatif saat mengunjungi perbatasan utara. Ia mengancam akan mengubah nasib Dahiyeh menjadi seperti Khan Yunis di Gaza yang hancur oleh perang. "Kalian menginginkan neraka bagi kami, tapi kalian justru membawa neraka bagi diri kalian sendiri. Dahiyeh akan menjadi seperti Khan Yunis," tegas Smotrich dalam sebuah video singkat.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan lonjakan tajam jumlah korban sejak eskalasi dimulai pada Senin lalu (2/3). Hingga Kamis malam, tercatat 123 orang tewas dan 683 lainnya luka-luka.

Serangan ke Lebanon ini merupakan dampak langsung dari perang skala besar yang diluncurkan AS-'Israel' terhadap Iran sejak Sabtu pekan lalu (28/2), yang telah menewaskan 926 orang di pihak Iran, termasuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

'Israel' dilaporkan telah memulai operasi darat terbatas di wilayah selatan Lebanon sejak Selasa lalu (3/3), sementara Hizbullah terus membalas dengan menghantam posisi militer di 'Israel' utara. (zarahamala/arrahmah.id)