TRIPOLI (Arrahmah.id) - Eskalasi militer 'Israel' di Lebanon mencapai wilayah utara setelah sebuah serangan pesawat nirawak (drone) menghantam kamp pengungsi Al-Beddawi di kota Tripoli pada Kamis dini hari (5/3/2026). Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa serangan tersebut menewaskan seorang komandan senior Hamas, Wasim Atta Allah Al-Ali, bersama istrinya.
Serangan presisi tersebut menargetkan sebuah apartemen di gedung pemukiman dekat Masjid Khalil Al-Rahman di jantung kamp Al-Beddawi. Ledakan memicu kebakaran hebat di lokasi kejadian. Selain merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut, putri mereka dilaporkan mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Menurut sumber-sumber Palestina, Wasim Al-Ali merupakan tokoh kunci dalam struktur organisasi dan politik Hamas di wilayah utara Lebanon. Al-Ali bertanggung jawab mengelola aktivitas gerakan dan membangun komunikasi dengan basis massa di berbagai kamp pengungsi Palestina di seluruh Lebanon.
Pembunuhan ini menandai perluasan target 'Israel' ke wilayah Tripoli, yang secara geografis berada jauh dari front pertempuran utama di selatan.
Serangan ini merupakan bagian dari gelombang agresi 'Israel' yang meningkat di Lebanon sejak Senin lalu (2/3), bertepatan dengan perang skala besar yang diluncurkan Tel Aviv dan Washington terhadap Iran sejak Sabtu pekan lalu (28/2).
Meskipun kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah telah berlaku sejak November 2024, 'Israel' terus melakukan pelanggaran hampir setiap hari dengan alasan menargetkan infrastruktur militer.
NNA menegaskan bahwa banyak serangan 'Israel' yang diklaim menyasar target militer justru menghantam pemukiman padat penduduk dan menyebabkan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Sejak dimulainya konflik pada Oktober 2023 yang kemudian berubah menjadi perang total pada September 2024, agresi 'Israel' di Lebanon tercatat telah merenggut lebih dari 4.000 nyawa dan melukai sekitar 17.000 orang lainnya. (zarahamala/arrahmah.id)
