JAKARTA (Arrahmah.id) - Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Dini Pitria, dan siswanya, Indra, akhirnya saling memaafkan setelah insiden teguran keras yang sempat viral di media sosial.
Keduanya dipertemukan langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, di ruang kerjanya, Kota Serang, pada Rabu (15/10/2025).
Dalam pertemuan itu, Indra mengakui kesalahannya karena merokok di lingkungan sekolah. Ia menyampaikan penyesalan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
“Saya senang bisa diundang gubernur untuk saling memaafkan dengan kepala sekolah. Saya juga sebenarnya salah, ngerokok di sekolah,” ujar Indra.
“Semoga tidak terulang lagi, dan teman-teman bisa kembali sekolah seperti biasa.”
Sementara itu, Kepala Sekolah Dini Pitria menjelaskan bahwa tindakannya menegur Indra dilakukan sebagai bentuk kasih sayang dan tanggung jawab seorang pendidik.
“Saya menegur karena ingin menanamkan karakter. Tanpa karakter yang baik, tidak akan dihasilkan sesuatu yang baik,” ujarnya.
Dini mengaku sempat kaget ketika dihubungi Sekretaris Daerah Banten, Deden Apriyandi, pada Selasa (14/10) malam, dan diminta datang ke kantor Gubernur.
Ia sempat mengira akan mendapat sanksi atas tindakan disiplin yang dilakukan terhadap siswanya.
“Malam-malam saya ditelepon Pak Sekda disuruh bertemu Pak Gubernur. Awalnya saya kira mau diberi hukuman, ternyata malah diajak berbincang ringan dan dipertemukan dengan Indra,” tuturnya.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan suasana haru dan damai. Gubernur Andra Soni berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak agar pendidikan karakter tetap dijaga, tanpa menghilangkan nilai kemanusiaan dan kasih sayang antara guru dan murid.
(ameera/arrahmah.id)
