Memuat...

30 Jenazah Diangkat dari Reruntuhan Gaza, 'Israel' Terus Menembak di Tengah Gencatan Senjata

Zarah Amala
Rabu, 17 Desember 2025 / 27 Jumadilakhir 1447 10:00
30 Jenazah Diangkat dari Reruntuhan Gaza, 'Israel' Terus Menembak di Tengah Gencatan Senjata
Dinas Pertahanan Sipil Gaza mengumumkan penemuan 30 jenazah warga Palestina dari bawah reruntuhan sebuah rumah di Kota Gaza. (Foto: via QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Pertahanan Sipil Gaza mengumumkan pada Selasa (16/12/2025) bahwa mereka berhasil mengevakuasi 30 jenazah warga Palestina dari bawah reruntuhan sebuah rumah di Kota Gaza yang hancur akibat pengeboman 'Israel' selama perang genosida.

Secara terpisah, Kompleks Medis Nasser melaporkan bahwa seorang warga Palestina tewas akibat tembakan 'Israel' di wilayah tempat pasukan 'Israel' dikerahkan di kawasan Al-Mawasi, Rafah, Gaza selatan.

Tentara 'Israel' kemudian mengklaim telah membunuh seorang warga Palestina yang disebutnya menyeberangi “garis kuning” di selatan Jalur Gaza.

Layanan ambulans dan darurat juga melaporkan bahwa seorang perempuan Palestina terluka akibat tembakan 'Israel' di Kamp Pengungsi Jabalia, Gaza utara, di luar wilayah yang saat ini ditempati pasukan 'Israel'.

Sementara itu, Al Jazeera melaporkan serangan udara 'Israel', tembakan artileri, dan rentetan tembakan tank berat yang menargetkan area penempatan pasukan di lingkungan Al-Tuffah, timur Kota Gaza, serta wilayah timur Khan Younis dan timur Al-Bureij.

Pelanggaran gencatan senjata ini terjadi di tengah kondisi kemanusiaan yang kian memburuk akibat cuaca musim dingin ekstrem.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan kematian seorang bayi berusia dua pekan, Muhammad Khalil Abu al-Khair, akibat hipotermia akut. Bayi tersebut sempat dirawat dan ditempatkan di unit perawatan intensif, namun meninggal pada Senin (15/12) setelah mengalami penurunan suhu tubuh yang kritis.

Tim Pertahanan Sipil juga melaporkan satu warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya luka-luka setelah sebuah rumah runtuh di Jalan Al-Shifa, Gaza Barat. Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa 15 warga Palestina, termasuk tujuh anak, tewas ketika sedikitnya 14 rumah roboh akibat badai dan suhu dingin ekstrem, memperparah penderitaan keluarga-keluarga pengungsi.

Hujan deras membanjiri tenda, tempat penampungan, dan hunian darurat di seluruh Gaza, di mana sebagian besar lingkungan telah hancur atau rusak selama hampir dua tahun perang. Jalan-jalan yang tergenang memaksa warga mendorong kendaraan dengan tangan atau menggunakan gerobak yang ditarik keledai untuk melintas di wilayah yang terendam air.

Menurut Kantor Media Pemerintah, Gaza membutuhkan lebih dari 300.000 tenda, unit hunian sementara, serta bahan bangunan secara mendesak. Data resmi menunjukkan bahwa 27.000 tenda hancur total atau hanyut akibat badai, sementara 26.000 tenda lainnya mengalami kerusakan. (zarahamala/arrahmah.id)