SANAA (Arrahmah.id) — Kelompok militan Al Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) merilis pesan propaganda yang menyinggung dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files. Dalam pesannya, AQAP menyebut Epstein Files sebagai bukti tindakan “menjijikkan, buruk, dan memalukan,” sekaligus menyerang Barat dan Amerika Serikat dalam narasi yang lebih luas. Pernyataan itu beredar melalui saluran media kelompok tersebut pada Februari 2026 dan dipantau oleh analis terorisme di platform X.
Dalam pesannya, seperti dikutip dari X/@Dr_E_Kendall (20/2/2026), AQAP merujuk kasus Jeffrey Epstein sebagai contoh kerusakan moral sistem Barat dan menuduh adanya perlindungan terhadap pelaku karena jejaring politik dan finansialnya. Kelompok itu mengklaim dokumen pengadilan yang dirilis memperlihatkan kemunafikan negara-negara Barat yang berbicara soal hak asasi manusia namun gagal mencegah kejahatan seksual di lingkaran elite.
Pesan berjudul “Tentang Pengeboman Amerika di Yaman” ini juga membahas terkait operasi kontra-terorisme terbaru Amerika Serikat di wilayah selatan Yaman yang menargetkan AQAP — berbeda dari Operation Rough Rider yang pada 2025 diarahkan terhadap kelompok Houthi. Dalam video tersebut, AQAP secara khusus menyebut pengeboman rumah-rumah di Ma’jalah, Provinsi Abyan, sebagai contoh serangan yang menewaskan warga sipil.
Pesan AQAP ini disampaikan oleh Abu al-Hasan al-Hashimi alias Ibrahim al-Banna, tokoh senior AQAP yang masuk daftar buronan AS seharga 5 juta dolar AS. Dalam pernyataannya, ia juga mengecam operasi militer AS dan menyerukan perlawanan bersenjata.
Sebagian besar isi video berfokus pada seruan kewajiban jihad dan besarnya pahala menjadi mujahid dengan mengaitkan serangan udara Amerika sebagai alasan untuk melanjutkan perjuangan bersenjata. Rujukan terhadap Epstein Files ditempatkan dalam kerangka membongkar upaya Barat sebagai pihak yang tidak bermoral sekaligus agresor militer terhadap umat Islam.
Dokumen Epstein Files sendiri merupakan bagian dari arsip pengadilan yang dirilis Departemen Kehakiman AS terkait penyelidikan kriminal terhadap Epstein. Reuters pada 18 Februari 2026 melaporkan bahwa dokumen tersebut memperlihatkan jejaring sosial dan finansial Epstein dengan berbagai tokoh, tanpa menyimpulkan adanya konspirasi sistemik. Sementara The Times of Israel pada 6 Februari 2026 mencatat peningkatan narasi antisemitik di media sosial setelah rilis dokumen tersebut.
AQAP, yang berbasis di Yaman, telah lama memanfaatkan isu internasional untuk memperkuat propaganda anti-Baratnya, terutama dengan menggabungkan kritik terhadap kebijakan luar negeri AS dan narasi religius tentang jihad global. (hanoum/arrahmah.id)
