Memuat...

'Israel' Perketat Pembatasan di Al Aqsa, Internasional Sebut “Bom Waktu” Ramadhan

Hanoum
Sabtu, 21 Februari 2026 / 4 Ramadan 1447 07:08
'Israel' Perketat Pembatasan di Al Aqsa, Internasional Sebut “Bom Waktu” Ramadhan
Warga Palestina menunggu di pos pemeriksaan di Betlehem untuk memasuki Yerusalem untuk shalat Jumat Ramadhan pertama di Masjid Al-Aqsa, meskipun ada pembatasan dari Israel. [Foto: TRT World]

 

YERUSALEM (Arrahmah.id) -- Otoritas 'Israel' menerapkan kebijakan pembatasan akses ketat terhadap Masjid Al Aqsa menjelang dan selama bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, termasuk pembatasan jumlah jamaah Palestina dan kontrol keamanan yang intensif, memicu kekhawatiran internasional bahwa langkah itu bisa menjadi “bom waktu” yang meningkatkan ketegangan di wilayah yang sudah sensitif.

Kebijakan ini disebut dalam sejumlah laporan media asing sebagai faktor yang dapat memicu konflik lebih luas di tengah sensitivitas agama dan politik di Kota Tua Yerusalem.

Otoritas 'Israel' melalui badan koordinasi militer COGAT mengumumkan pembatasan jumlah jemaah Palestina dari Tepi Barat yang diduduki menjadi maksimal 10.000 orang untuk shalat Jumat dan kegiatan ibadah lainnya di kompleks Al Aqsa, dengan persyaratan izin harian dan ketentuan usia tertentu.

Langkah ini menurut para pengamat dinilai memperdalam ketidakpuasan di kalangan warga Palestina yang biasanya hadir dalam jumlah jauh lebih besar selama Ramadan.

Dilansir Arab News (20/2/2026), pembatasan akses dan langkah keamanan 'Israel' meluas jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya, meningkatkan kekhawatiran bahwa perubahan signifikan ini dapat meledak menjadi kekerasan baru di Yerusalem dan sekitarnya.

Para analis regional menggambarkan situasi di Temple Mount/Haram al-Sharif sebagai “bom waktu” yang bisa memicu eskalasi keamanan dan politik jika ketegangan terus berlanjut tanpa mediasi efektif.

Dampak dari kebijakan ini juga terlihat pada Shalat Jumat pertama Ramadhan 2026, di mana ratusan warga Palestina yang menunggu di pos pemeriksaan militer dilarang masuk meskipun memiliki izin, sementara pasukan 'Israel' mengerahkan pengamanan ketat.

Pembatasan akses dan peningkatan operasi keamanan ini mempertegas kecemasan yang berkembang di masyarakat Arab dan Muslim di kawasan tersebut.

Kebijakan pembatasan akses semacam ini bukan hal baru. Sejak agresi militer yang dimulai pada Oktober 2023, pergerakan warga Tepi Barat ke Yerusalem telah dibatasi secara signifikan oleh pihak Israel, termasuk pembatasan usia dan izin masuk, yang terus memicu kritik dari badan hak asasi internasional dan dunia Arab.

Para kritikus internasional, termasuk media asing dan analis Timur Tengah, menyatakan bahwa pembatasan semacam ini di situs suci yang merupakan titik fokus konflik historis antara 'Israel' dan Palestina — dikenal sebagai tempat suci ketiga dalam Islam dan juga memiliki signifikansi religius bagi komunitas Yahudi — memiliki potensi besar untuk memicu gelombang protes dan kekerasan baru jika tidak ditangani dengan pendekatan yang lebih sensitif dan diplomatik.(hanoum/arrahmah.id)

headline, israel, palestina, masjid, ramadhan, al aqsa, bom waktu

Warga Palestina menunggu di pos pemeriksaan di Betlehem untuk memasuki Yerusalem untuk shalat Jumat Ramadhan pertama di Masjid Al-Aqsa, meskipun ada pembatasan dari Israel.