Memuat...

Cina, Iran, Pakistan, dan Rusia Mendukung Afghanistan yang Stabil dan Merdeka

Hanin Mazaya
Jumat, 26 September 2025 / 5 Rabiulakhir 1447 16:50
Cina, Iran, Pakistan, dan Rusia Mendukung Afghanistan yang Stabil dan Merdeka
(Foto: Tolo News)

NEW YORK (Arrahmah.id) - Pada pertemuan kuadrilateral keempat mengenai Afghanistan, para menteri luar negeri Cina, Iran, Pakistan, dan Rusia menegaskan kembali dukungan mereka bagi Afghanistan sebagai negara yang merdeka, bersatu, dan stabil, bebas dari terorisme, perang, dan narkotika.

Pertemuan yang diselenggarakan pada 25 September 2025, di sela-sela Sidang Umum PBB ke-80 di New York, menyaksikan semua pihak menyatakan dukungannya terhadap inisiatif regional yang efektif yang bertujuan memperkuat perekonomian Afghanistan. Mereka juga menekankan pentingnya mempertahankan keterlibatan ekonomi dengan Afghanistan untuk meningkatkan taraf hidup rakyatnya.

Dalam pernyataan bersama, para perwakilan menekankan perlunya melanjutkan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memberikan bantuan darurat tambahan kepada rakyat Afghanistan, lansir Tolo News (26/9/2025).

Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, yang merilis pernyataan tersebut, semua pihak menyoroti pentingnya membangun sistem pemerintahan yang inklusif di Afghanistan yang mencerminkan kepentingan dan aspirasi semua lapisan masyarakat Afghanistan.

Para menteri luar negeri, yang menyatakan keprihatinan atas ancaman kelompok bersenjata seperti ISIS, Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), al-Qaeda, dan lainnya di kawasan, mengatakan bahwa kelompok-kelompok ini menimbulkan ancaman serius bagi keamanan regional dan global. Mereka menggarisbawahi bahwa memperkuat perdamaian dan stabilitas di Afghanistan serta melawan ancaman teroris merupakan kepentingan bersama di kawasan tersebut.

Mereka lebih lanjut menekankan bahwa akses perempuan dan anak perempuan terhadap pendidikan dan peluang ekonomi —termasuk pekerjaan, partisipasi dalam kehidupan publik, kebebasan bergerak, dan keadilan— akan berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Afghanistan.

Perwakilan negara-negara ini juga menyatakan bahwa anggota NATO harus memikul tanggung jawab utama atas situasi terkini di Afghanistan dan mendesak mereka untuk mencabut sanksi sepihak terhadap negara tersebut dan mengembalikan aset luar negeri Afghanistan yang dibekukan.

Para menteri luar negeri Cina, Iran, Pakistan, dan Rusia juga menekankan bahwa kedaulatan nasional, kemerdekaan, dan integritas wilayah Afghanistan harus dihormati, dan mereka sangat menentang pembangunan kembali pangkalan militer di dalam atau di sekitar Afghanistan, karena dianggap merugikan perdamaian dan keamanan regional. (haninmazaya/arrahmah.id)