Memuat...

IIA Bantah Terlibat atas Hilangnya Warga AS di Kabul

Hanin Mazaya
Kamis, 3 Juli 2025 / 8 Muharam 1447 19:27
IIA Bantah Terlibat atas Hilangnya Warga AS di Kabul
Mahmood Shah Habibi. (Foto: Amu.tv)

KABUL (Arrahmah.id) - Imarah Islam Afghanistan (IIA) pada Kamis (3/7/2025) membantah terlibat dalam hilangnya seorang warga negara Amerika Serikat (AS) di Kabul, setelah Washington mengumumkan hadiah sebesar 5 juta dolar AS untuk informasi mengenai keberadaannya.

Mahmood Shah Habibi, seorang pengusaha Afghanistan-Amerika yang bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi, diculik bersama dengan sopirnya di ibu kota Afghanistan pada 2022, menurut Biro Investigasi Federal (FBI).

Pemberitahuan FBI dari tahun 2024 mengklaim bahwa “diyakini bahwa Tuan Habibi diculik oleh militer atau pasukan keamanan Taliban.”

Departemen Luar Negeri AS bulan lalu mengatakan bahwa pihaknya “menawarkan hadiah hingga $ 5 juta untuk informasi tertentu yang mengarah ke lokasi, pemulihan, dan pengembalian yang aman” dari Habibi, dan secara langsung menuduh unit intelijen otoritas Taliban atas hilangnya Habibi, lansir AFP.

IIA pada Kamis mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki “petisi” yang dibuat oleh keluarga Habibi, yang menggambarkannya sebagai “warga negara Afghanistan”.

“Tidak ada bukti yang ditemukan yang mengindikasikan bahwa ia telah ditahan oleh entitas apapun yang berafiliasi dengan Imarah Islam,” ujar juru bicara pemerintah Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan.

“Sebagai otoritas pemerintahan yang sah, Imarah Islam tidak memiliki alasan untuk menahan atau menyembunyikan individu yang hanya dicurigai melakukan aktivitas kriminal.”

Mujahid dengan tegas menolak keterlibatan Direktorat Jenderal Intelijen.

Imarah Islam Afghanistan kembali menguasai Afghanistan pada 2021, beberapa bulan setelah pasukan AS dan NATO mundur dari negara itu setelah perang selama dua dekade melawan kelompok perlawanan saat itu.

Beberapa warga negara AS telah dibebaskan dari tahanan IIA tahun ini.

Pada Maret, seorang wanita Amerika, Faye Hall, dibebaskan setelah dua bulan dipenjara karena dilaporkan memiliki drone tanpa izin. Pasangan Inggris yang ditangkap bersamanya masih berada dalam tahanan.

Pada Januari, IIA membebaskan dua warga Amerika, Ryan Corbett dan William McKenty, untuk seorang warga Afghanistan yang ditahan di Amerika Serikat dalam sebuah pertukaran yang dimediasi oleh Qatar. (haninmazaya/arrahmah.id)