TEL AVIV (Arrahmah.id) – Iran kembali melancarkan serangan roket besar-besaran ke wilayah “Israel”, yang menyasar kawasan utara hingga bagian tengah pada Senin (23/3/2026), di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat.
Komando Front Dalam Negeri “Israel” mengonfirmasi bahwa sirene peringatan serangan udara terdengar hingga wilayah selatan, termasuk sekitar Jalur Gaza, setelah terdeteksi peluncuran roket dari Iran.
Koresponden Al Jazeera, Walid al-Omari, menyebutkan bahwa ini merupakan gelombang peringatan ketiga sejak tengah malam.
Serangan terbaru ini menargetkan sejumlah wilayah di utara “Israel”, termasuk Tiberias, kawasan Galilee, serta area selatan Haifa dan dataran pesisir utara. Sirene juga kembali berbunyi di wilayah Golan seiring terdeteksinya serangan tersebut.
Di saat yang sama, militer Iran mengumumkan keberhasilan menjatuhkan dua drone Amerika sebelum serangan yang menargetkan unit angkatan lautnya di Bandar Abbas.
Lebih lanjut, juru bicara Markas Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa serangan pagi hari turut menyasar perusahaan industri penerbangan “Israel” di sekitar Bandara Ben Gurion menggunakan pesawat nirawak, sebagai bagian dari operasi terkoordinasi.
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api pada kendaraan yang terbakar akibat jatuhnya serpihan proyektil Iran di Tel Aviv (Getty).
Kerusakan Meluas, Roket Gugus Hantam Wilayah Tengah
Pihak militer “Israel” mengklaim berhasil mencegat satu roket Iran yang mengarah ke utara, dengan serpihannya jatuh di wilayah Safed tanpa menimbulkan kerusakan.
Namun media “Israel” melaporkan bahwa serpihan roket menghantam sedikitnya delapan lokasi di wilayah tengah.
Surat kabar Yedioth Ahronoth menyebutkan bahwa roket jenis gugus menyebabkan kerusakan besar di kota Petah Tikva, sebelah timur Tel Aviv. Kebakaran juga dilaporkan terjadi di permukiman dekat Gaza akibat jatuhnya roket.
Sementara itu, Haaretz mengonfirmasi bahwa roket gugus tersebut diluncurkan dari Iran dan pecah menjadi beberapa bagian yang menghantam wilayah tengah dan selatan.
Tim medis “Israel” segera dikerahkan ke berbagai lokasi terdampak untuk menangani korban dan kerusakan.
Gelombang ke-75 dan Koordinasi dengan Hizbullah
Serangan ini disebut sebagai gelombang ke-75 yang diumumkan oleh Garda Revolusi Iran, yang mengklaim telah menargetkan posisi militer baru milik “Israel”.
Media “Israel” juga menyoroti bahwa serangan dilakukan secara terkoordinasi dengan Hizbullah, khususnya dalam menargetkan wilayah utara.
Sebuah roket juga dilaporkan jatuh di area terbuka di utara tanpa menimbulkan korban jiwa.
Ribuan Korban Luka, Rumah Sakit Kewalahan
Kementerian Kesehatan “Israel” mengungkapkan bahwa sejak dimulainya operasi militer yang disebut “Raungan Singa”, jumlah korban luka mencapai 4.713 orang.
Dalam 24 jam terakhir saja, tercatat 153 korban baru, termasuk dua dalam kondisi kritis dan dua lainnya luka sedang. Sebagian besar korban mengalami luka ringan, sementara beberapa lainnya mengalami syok akibat serangan.
Saat ini, 123 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk 15 dalam kondisi serius.
Balasan “Israel”: Serangan ke Teheran dan Kota Lain
Sebagai respons, militer “Israel” melancarkan serangan udara ke berbagai target di Teheran.
Kantor berita Iran melaporkan sedikitnya lima serangan menghantam wilayah utara, tengah, timur, dan barat kota, disertai aktivasi sistem pertahanan udara dan suara ledakan keras.
Di wilayah selatan Iran, serangan gabungan Amerika dan “Israel” dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai lainnya setelah menghantam menara siaran di Bandar Abbas.
Sementara itu, serangan di kota Khorramabad dilaporkan menewaskan enam warga sipil dan melukai 43 lainnya, serta menghancurkan sejumlah rumah dan menyebabkan pemadaman listrik sementara.
Di kota Bushehr, gedung administrasi meteorologi juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Konflik antara Iran dan “Israel” terus meningkat tajam, dengan kedua pihak saling melancarkan serangan yang semakin luas dan intens, menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya perang regional yang lebih besar.
(Samirmusa/arrahmah.id)
