Memuat...

Usulan Baru AS: Gencatan Senjata 60 Hari di Gaza, Trump Beri Ultimatum ke Hamas

Samir Musa
Kamis, 3 Juli 2025 / 8 Muharam 1447 20:52
Usulan Baru AS: Gencatan Senjata 60 Hari di Gaza, Trump Beri Ultimatum ke Hamas
Dalam usulan tersebut ditegaskan bahwa proses pertukaran tawanan akan dilakukan tanpa selebrasi atau pertunjukan apapun.* (Reuters)

GAZA (Arrahmah.id) — Di tengah terus bergulirnya pernyataan dari Amerika Serikat dan “Israel” terkait perundingan gencatan senjata di Jalur Gaza, mulai terungkap sejumlah informasi tentang usulan baru Amerika yang diajukan kepada para mediator untuk disampaikan kepada Harakah al-Muqawamah al-Islamiyah (Hamas).

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa lalu (1/7), mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa “Israel” telah menyetujui persyaratan penting guna mencapai gencatan senjata selama 60 hari di Gaza. Ia menambahkan bahwa mediator dari Qatar dan Mesir akan menyampaikan usulan final tersebut kepada Hamas. "Saya harap Hamas menerima kesepakatan ini, karena tidak akan ada penawaran yang lebih baik. Situasi hanya akan semakin memburuk," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Hamas menyatakan bahwa pihaknya menangani perkembangan ini dengan tanggung jawab tinggi, dan saat ini sedang mengadakan konsultasi nasional untuk membahas proposal terbaru dari para mediator, demi mencapai kesepakatan yang menjamin penghentian agresi, penarikan pasukan, serta bantuan kemanusiaan mendesak ke Jalur Gaza.

Hamas menegaskan bahwa para mediator tengah mengintensifkan upaya mereka untuk menjembatani perbedaan antara pihak-pihak yang terlibat dan mencapai kesepakatan kerangka kerja yang akan menjadi dasar dimulainya perundingan serius.

Isi Usulan Amerika

Berdasarkan bocoran yang beredar, dokumen yang diusulkan Amerika berisi gencatan senjata selama 60 hari dengan jaminan dari Presiden Trump atas keberlangsungan kesepakatan selama periode tersebut.

Proposal itu juga mencakup jadwal pembebasan 10 tawanan “Israel” yang masih hidup serta 18 jenazah, dengan rincian sebagai berikut:

  • Hari ke-1: Dibebaskan 8 tawanan hidup.
  • Hari ke-7: Diserahkan 5 jenazah.
  • Hari ke-30: Diserahkan 5 jenazah.
  • Hari ke-50: Dibebaskan 2 tawanan hidup.
  • Hari ke-60: Diserahkan 8 jenazah.

Semua proses pertukaran ini akan dilakukan tanpa seremoni atau pertunjukan media.

Proposal juga menyebutkan bahwa bantuan kemanusiaan harus segera masuk ke Gaza sesuai perjanjian yang dicapai pada 19 Januari lalu, dalam jumlah yang cukup dan dengan partisipasi PBB serta Bulan Sabit Merah.

Usulan ini juga mencantumkan bahwa setelah 8 tawanan dibebaskan, militer “Israel” akan ditarik dari sejumlah wilayah di Gaza utara berdasarkan peta yang telah disepakati, dan akan diikuti penarikan dari wilayah selatan pada hari ketujuh. Tim teknis akan bertugas menggambar batas-batas penarikan ini dalam proses negosiasi cepat setelah tercapainya kesepakatan umum.

Menuju Gencatan Senjata Permanen

Seiring dimulainya kesepakatan tersebut, akan diluncurkan perundingan untuk mencapai gencatan senjata permanen yang akan membahas empat poin utama:

  • Pertukaran seluruh tawanan yang tersisa.
  • Pengaturan keamanan jangka panjang di Gaza.
  • Persiapan fase “hari setelahnya”.
  • Pernyataan resmi penghentian perang secara permanen.

Pada hari ke-10, Hamas akan menyerahkan seluruh informasi dan bukti terkait tawanan yang tersisa, apakah mereka masih hidup atau telah syahid, disertai laporan medis. Sebagai imbalannya, “Israel” harus memberikan informasi lengkap terkait para tahanan Palestina yang mereka tangkap dari Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Dokumen ini juga memuat jaminan atas komitmen Trump terhadap kesepakatan tersebut, dan menyebutkan bahwa jika perundingan berhasil selama masa gencatan senjata, maka akan tercapai penyelesaian permanen atas konflik ini.

Trump Akan Umumkan Sendiri Kesepakatan

Para mediator — Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat — akan memberikan jaminan bahwa perundingan serius akan digelar selama masa gencatan senjata. Jika diperlukan, masa gencatan senjata bisa diperpanjang. Apabila tercapai kesepakatan, semua tawanan yang tersisa akan dibebaskan.

Presiden Trump akan mengumumkan sendiri tercapainya kesepakatan, serta komitmen Amerika Serikat untuk melanjutkan perundingan menuju gencatan senjata permanen. Proses negosiasi akan dipimpin oleh utusan khusus AS, Steve Witkoff.

Sebelumnya, laman Axios mengutip seorang pejabat tinggi “Israel” yang menyatakan bahwa Amerika Serikat telah memberi tahu baik “Israel” maupun Hamas bahwa jika tidak tercapai kesepakatan final selama masa 60 hari gencatan senjata ini, maka pemerintahan Trump akan mendukung perpanjangan periode tersebut selama ada perundingan serius yang sedang berlangsung.

(Samirmusa/arrahmah.id)