Memuat...

Logo Baru Republik Suriah Terungkap: Ini Makna di Balik Setiap Detilnya

Samir Musa
Senin, 7 Juli 2025 / 12 Muharam 1447 15:31
Logo Baru Republik Suriah Terungkap: Ini Makna di Balik Setiap Detilnya
Presiden Suriah, Ahmad Asy-Syaraa, menyatakan bahwa elang emas melambangkan "kekuatan, keteguhan, kecepatan, ketepatan, dan inovasi". [Getty]

DAMASKUS (Arrahmah.id) — Pemerintah Republik Arab Suriah secara resmi mengumumkan logo negara yang baru pada hari ini. Logo ini menampilkan desain khas Timur Tengah yang sarat makna simbolik, jauh dari kesan meniru simbol negara asing seperti Amerika Serikat yang juga menggunakan elang.

Burung elang yang menjadi pusat desain merupakan simbol bersejarah dalam dunia Arab, dikenal sebagai "Elang Quraisy" (Hawk of Quraish). Dalam tradisi Arab, elang melambangkan kekuatan, kehormatan, dan keberanian. Suriah telah menggunakan simbol elang sejak merdeka dari penjajahan Prancis pada tahun 1946, dan tetap mempertahankannya dengan berbagai penyesuaian desain seiring perkembangan politik negara.

Dalam sejarahnya, Suriah telah beberapa kali mengubah lambang negara. Pada 1958, saat bergabung dengan Mesir dalam Uni Republik Arab (UAR), Suriah sempat menggunakan Elang Saladin, simbol pan-Arab. Namun setelah memisahkan diri pada 1961, Suriah kembali menggunakan Elang Quraisy sebagai lambang resmi. Simbol ini juga digunakan oleh beberapa negara Arab lainnya seperti Yaman dan Libya, menegaskan akar budaya dan politik bersama dalam dunia Arab.

Lambang nasional baru Suriah (SANA)

Dalam logo baru yang diumumkan beberapa hari yang lalu, elang berdiri tegak dengan pandangan tajam, melambangkan kekuatan dan keseimbangan nasional. Di bagian dadanya terdapat tiga bintang, yang mewakili bendera nasional Suriah, sebagai pengingat terhadap semangat revolusi dan kebangsaan.

Sayap elang terdiri dari 14 bulu, masing-masing melambangkan 14 provinsi di Suriah. Ini mencerminkan kesatuan administratif dan solidaritas seluruh rakyat Suriah dari berbagai daerah.

Sementara itu, bagian ekor elang memiliki lima bagian utama, yang mewakili lima wilayah geografis strategis Suriah: pesisir, pegunungan barat, dataran tengah, dataran rendah timur, dan gurun di selatan. Desain ini menegaskan keberagaman topografi Suriah yang menjadi kekayaan dan kekuatannya sebagai satu bangsa.

Perubahan ini dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintahan baru dalam memperkuat identitas nasional dan mempererat ikatan antara rakyat dan negara, di tengah fase pemulihan pasca konflik berkepanjangan.

Meski telah diperkenalkan secara resmi, belum ada pernyataan lanjutan mengenai kapan logo baru ini akan mulai digunakan dalam dokumen negara dan simbol-simbol pemerintahan.

(Samirmusa/arrahmah.id)